tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Sabtu, 19 Mei 2012


Kabar Nusantara

Jembatan Runtuh Isolasi Ribuan Warga di Brebes

Rabu, 7 Desember 2011 19:32 WIB

Brebes, (tvOne).

Jembatan runtuh mengisolasi sekitar 8.500 warga Desa Plompong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jembatan tersebut runtuh sejak dua hari yang lalu, bahkan siswa dan warga terpaksa menyeberamg dasar sungai untuk menuju sekolah atau pasar.

Menurut Tori (47), warga Desa Plompong, Rabu, sejumlah penduduk pedukuhan di Desa Plompong, antara lain Dukuh Kedung Benter, Karangmangu, Karang Gedang, Karang Miri, dan Ciku Satu dan Ciku Dua terisolasi karena jembatan yang menjadi akses utama ribuan warga ke jalan raya dan pusat pemerintahaan kecamatan, terputus pada Senin (5/12).

"Untuk sementara warga menggunakan dua batang bambu untuk menyeberang, bahkan tidak sedikit warga yang melompati bebatuan untuk bisa sampai ke seberang sungai," katanya.

Tori mengatakan, sementara ini warga hanya menguruk tanah di tepian sungai agar tak tergerus air bahkan lempengan besi sebagai penyangga serta lantai jembatan hingga kini masih teronggok di dasar sungai. "Jembatan yang menghubungkan Desa Plompong dengan Desa Kalioka tersebut telah berusia belasan tahun namun sekitar akhir tahun 2010 direnovasi, sehingga besi dan kawat penyangga jembatan tersebut masih kuat," katanya.

Menurut Tori, jembatan dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 2,5 meter tersebut merupakan jalur utama bagi warga Plompong menuju jalan raya serta pusat kota kecamatan, karena jalan alternatif satu-satunya yakni Jalan Cilebur-Bumiayu hingga sekarang kondisinya rusak parah dan sulit dilalui berbagai kendaraan.

Selain air sungai meluap akibat curah hujan tinggi sejak Minggu malam hingga Senin pagi, sungai tersebut juga membawa material lumpur dan batu, sehingga saat air mengalir deras dan menerjang jembatan Sungai Keruh hingga terputus.

Sementara itu, salah seorang penyeberang jembatan, Randi (13) mengaku terpaksa harus melepas sepatunya saat akan menyeberang sungai dengan melewati dua batang bambu, sehingga jika memakai sepatu rawan terpeleset dan jatuh ke dasar sungai.

"Beruntung sejak hari Senin kondisi sungai tidak sedang banjir sehingga dapat menyeberang lewat bambu atau melompati batu, karena jika daerah atas sedang hujan maka air Sungai Keruh akan penuh dan mengalir deras sehingga tidak dapat diseberangi dengan bambu," katanya.

Pelajar kelas satu SMP Negeri 1 Linggapura tersebut terpaksa berangkat lebih awal atau 15 menit dari hari biasanya, karena harus berjalan turun ke dasar sungai untuk menyeberang dan kembali naik melalui tebing terjal sehingga membutuhkan waktu lebih lama dibanding menyeberang melalui Jembatan Sungai Keruh.

"Jika hujan turun atau air sungai mengalir deras maka saya dan teman-teman lainnya tidak dapat berangkat sekolah karena tidak dapat menyeberang sungai," katanya.

Menurut salah seorang warga Desa Manggis, Kecamatan Tonjong, Suwarno (53) mengatakan, para pedagang sayur, buah, serta ternak terpaksa melompati batu sungai dengan memanggul barang dagangannya karena jembatan tidak dapat dilalui kendaraan dan pejalan kaki.

"Akibat Jembatan Plompong runtuh sejak Senin kemarin sekitar pukul 06.30 WIB, sepeda terpaksa saya tinggal di seberang sungai dan memanggul barang dagangan melewati dasar sungai untuk menuju pasar," katanya. (Ant)

1554+at
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar