Kabar Nusantara
Jateng Siapkan 20 RS Tangani Pasien Flu Burung
Selasa, 31 Januari 2012 19:23 WIB
Semarang, (tvOne).
Jawa Tengah (Jateng) siapkan 20 rumah sakit (RS) untuk menangani pasien flu burung (H5N1). Hal yang disiapkan mulai sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), sampai kesiapsiagaan penanganan oleh tim.
"Di Jateng ada 20 RS ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk menangani kejadian flu burung," kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Anung Sugihantono, usai simulasi penanganan flu burung di RSUP dr Kariadi Semarang, Selasa, (31/1).
Anung menyebutkan, 20 RS tersebut, yakni RSUP dr Kariadi Semarang, RSUD Tugurejo Semarang, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, RS dr Moewardi Solo, RSUD Kendal, RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, dan RSUD Kardinah Tegal.
Kemudian, RSUD Banyumas, RSUD Tidar Magelang, RSUD Kudus, RSUD Pati, RSUD Grobogan, RSUD Slawi, RSUD Purworejo, RSUD Boyolali, RSUD Wonogiri, RSUD Kota Semarang, RSUD Cilacap, RSUD Salatiga, dan RSUD Jepara.
Menurut Anung, penetapan ke-20 RS rujukan untuk kasus flu burung itu memang sudah sejak 2006 dilakukan, namun harus terus menerus di-"refresh" bentuk kesiapannya, meski sudah lama tidak mendapati kasus flu burung.
"Kasus terakhir flu burung di Jateng pada 2010 lalu di wilayah Pemalang, pada 2011 alhamdulillah tidak ditemukan. Tahun ini kami berharap tidak ada kasus flu burung, namun kami tetap menyiapkan antisipasi," katanya.
Berkaitan dengan flu burung, dia menjelaskan, virus yang berasal dari unggas itu memang memungkinkan muncul dan menyebar di 35 kabupaten/kota di Jateng, mengingat adanya populasi unggas di seluruh wilayah di Jateng.
Karena itu, pihaknya menyiapkan antisipasi dan kesiapan seandainya muncul kasus flu burung di Jateng, terutama kesiapan RS yang ditunjuk sebagai rujukan kasus flu burung menangani pasien yang terjangkit virus tersebut. "Untuk RS, kami perlu mengecek bagaimana sarana dan prasarana, ruang observasi, ruang perawatan yang terpisah (isolasi), sampai penggunaan alat perlindungan diri (APD) bagi tim yang menangani pasien," katanya.
Bentuk kesiapan penanganan pasien flu burung, kata dia, salah satunya dilakukan dengan melakukan simulasi seperti yang dilakukan RSUP dr Kariadi Semarang untuk menunjukkan koordinasi dan mekanisme penanganannya. "Kami juga cek kesiapan untuk 19 RS lain yang ditunjuk, termasuk dengan mengingatkan pemerintah daerah setempat terkait antisipasi wabah ini. Ini juga dilakukan agar penanganan tidak terpusat pada satu RS," katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga terus menyosialisasikan berbagai langkah untuk mengetahui secara dini penularan flu burung, seperti mewaspadai jika ada kematian unggas secara tiba-tiba dalam jumlah banyak.
"Termasuk pula jika ada kejadian orang menderita gejala flu disertai kejadian matinya unggas dalam jumlah banyak dalam lingkup relatif dekat. Sumber penularan harus diketahui untuk langkah pencegahan," kata Anung. (Ant)

