
Lebak, (tvOne)
Sebanyak 889 kepala keluarga warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, terisolir akibat jalan ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman dua meter setelah diguyur hujan deras , Selasa (31/1).
"Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, namun ratusan rumah terancam longsor," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Muklis di Rangkasbitung, Rabu.
Menurut dia, penyebab ambles jalan tersebut akibat guyuran hujan terus menerus sehingga kondisi tanah labil. Ruas jalan kabupaten yang ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman antara satu sampai dua meter.
Pemerintah daerah saat ini telah menerjunkan petugas Dinas Bina Marga setempat guna melakukan upaya penanganan di daerah itu.
Sebab wilayah Kabupaten Lebak sangat berpotensi daerah longsoran tanah. "Kami minta warga tetap waspada jika hujan deras terus menerus," ujarnya.
Ia mengatakan, selama beberapa hari terakhir bencana alam, seperti banjir, longsor dan angin puting beliung melanda sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat tetap waspada terhadap bencana alam tersebut.
Selama ini, BPBD Kabupaten Lebak belum mencabut tanggap darurat sehubungan intensitas hujan disertai angin kencang masih berlangsung dengan kapasitas ringan, sedang hingga lebat. "Dengan kewaspadaan ini tentu bisa mencegah korban jiwa," katanya.
Sementara itu, Koordinator Unit Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang, Abdulmutholib menjelaskan, selama tiga hari mendatang peluang hujan lebat disertai angin kencang masih terjadi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. "Kami minta warga waspada jika hujan lebat dan angin kencang," ujarnya menjelaskan. (Ant)