
Palembang, (tvOne).
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palembang, Sumatera selatan. Keadaan it uterus berlanjut semakin parah dan memacetkan arus lalulintas.
Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat antre sampai ke Jalan umm untuk mengisi bahan baker jenis premium, pertamax dan solar seperti yang terjadi di SPBU di Kelurahan 7 Ulu, di Jalan Basuki Rahmat dan di Jalan Demang Lebar Daun Palembang sejak sepekan terakhir.
Bahkan kendaraan yang mengantre tidak teratur lagi, sehingga suasana di SPBU semrawut menjadikan kendaraan berjejer sampai ke jalan umum.
"Sekarang ini antrean kendaraan tidak hanya di area SPBU, melainkan sudah sampai di jalan umum yang menimbulkan kemacetan arus lalu lintas kendaraan di banjyak tempat," kata Azwar, warga yang sedang melintas di kawasan SPBU Kelurahan 7 Ulu.
Kondisi itu dikeluhkan warga karena Sumatera Selatan merupakan provinsi penghasil minyak, serta kilang atau industri minyak pun terdapat di Kota Palembang, namun SPBU setempat sering kekurangan premium dan solar.
Bahkan pada sejumlah kota di Sumsel seperti di Martapura, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kota Baturaja (Kabupaten Ogan Komering Ulu Induk), setiap Sabtu dan Minggu SPBU tidak lagi beroperasi karena kehabisan stok.
Sementara, kondisi di sejumlah SPBU tersebut ternyata mendapat perhatian DPRD Sumatera Selatan dengan mendukung gubernur setempat untuk meminta tambahan kuota bahan bakar minyak ke pusat.
"Kami akan lihat, kalau sampai kelangkaan ini cukup meresahkan dan menjadi kendala harus mengambil sikap tegas," kata Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo di Palembang, Jumat (25/5).
Menurut Wasita, mereka akan mengambil tindakan seandainya hingga akhir bulan Mei ini kelangkaan BBM masih terjadi.
Wasita mengatakan, gubernur sendiri sudah bicara terkait surat yang dikirimkan ke Kementerian ESDM guna meminta tambahan kuota BBM untuk Sumsel.
"Dengan dasar surat itu maka kami akan memperkuat surat gubernur, memang terjadi kelangkaan BBM dan ini terjadi hampir di seluruh daerah di Sumsel," katanya.
Wakil rakyat itu mengatakan, BBM yang paling langka sebagian besar di wilayah Sumsel ini adalah solar.
Sementara semua kendaraan umum dan angkutan di perairan di daerah itu menggunakan solar dan kelangkaan BBM menjadi kesulitan warga, karenanya pasokan harus dibuat perhitungan sangat jelas, tidak berdasarkan perkiraan dan jatah.
Jatah BBM Sumsel untuk premium 702.584 kiloliter dan solar sebesar 607.537 kiloliter. (Ant)