Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Anda & Pemilu

Kamis, 24 April 2014


Kabar Nusantara

Kapal Ferry Balikpapan-Palu Kembali Beroperasi

Kamis, 16 Agustus 2012 10:11 WIB


Palu, (tvOne)

Layanan penyeberangan ferry Palu-Balikpapan akan dibuka kembali mulai Kamis (16/8) setelah berhenti selama dua bulan, karena kapal penyeberangan satu-satunya di rute itu masuk dok.

"Kapal akan berangkat dari Balikpapan nanti sore, kamis (16/8) dan akan tiba di Pelabuhan Taipa, Palu Jumat (17/8) petang dan setelah bongkar, kapal akan langung balik lagi ke Balikpapan Jumat malam," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Ferry Taipa, Roki Surentu di Palu, Kamis (16/8).

Kapal ferry KMP Madani berkapasitas 1.150 Gross Ton yang melayani penyeberangan Palu-Balikpapan, sudah dua bulan lebih tidak beroperasi karena harus masuk dok di galangan kapal Balikpapan.

Roki menjelaskan biasanya setelah tiba di pelabuhan Taipa, kapal akan menginap selama satu malam baru kemudian berangkat lagi ke Balikpapan, begitu pula sebaliknya.

"Namun karena ini menjelang lebaran, kapal tidak menginap di Palu tetapi langsung memuat lagi dan berangkat ke Balikpapan," ujarnya.

Setelah tiba di Balikpapan pada Sabtu (18/8) malam, kapal akan berhenti operasi untuk sementara karena anak buah kapal akan merayakan Idul Fitri.

"Kapal akan kembali beroperasi mulai Rabu (22 Agustus) dengan jadwal normal yakni dua kali sepekan untuk setiap pelabuhan," tambah Roki.

Iapun meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa ferry Palu-Balikpapan atas tutupnya pelayanan penyeberangan selama dua bulan lebih, terutama menjelang Lebaran di mana masyarakat terutama para pedagang sangat membutuhkan jasa layanan penyeberangan ini.

"Banyak yang terpaksa menggunakan kapal barang dari Pantoloan dan kapal rakyat dari Pelabuhan Wani, Donggala, untuk membawa barang-barang dagangan ke Balikpapan karena ferry tidak jalan," ujarnya.

Beberapa pedagang di Balikpapan selama ini menerima pasokan hasil pertanian dan perkebunan bahkan peternakan dari Palu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kaltim.

Komoditi itu berupa sayur mayur jenis kol, wortel, sawi, bawang daun, serta buah-buahan seperti pisang, mangga, nangka, alpukat, tomat, cabai dan juga jagung serta telur, bahkan ada juga ternak seperti ayam dan kambing.

Sejumlah pedagang mengeluhkan kerugian akibat tidak beroperasinya ferry, salah satunya Rusdin, pedagang di Desa Taipa, Kecamatan Palu utara.

"Kami rugi banyak karena kapal ferry tidak operasi. Sudah hampir sebulan tidak bisa mengirim sayur mayur dan buah-buahan ke Balikpapan"

Rusdin menuturkan menjelang bulan puasa dan lebaran ini, sebenarnya masa-masa panen bagi para pedagang kecil dan menengah di Palu dan Balikpapan karena kebutuhan masyarakat Kaltim sangat tinggi terutama buah-buahan untuk buka puasa, telur dan sayur-mayur.

Sebagian pedagang terpaksa mengalihkan barang mereka untuk diangkut lewat penyeberangan Mamuju, Sulawesi Barat, ke Balikpapan, namun biaya angkut terlalu mahal karena jarak antara Palu dan Mamuju mencapai hampir 500 km.

Penyeberangan Palu-Balikpapan ini banyak dimanfaatkan pedagang dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat bagian utara dan Gorontalo untuk berdagang ke Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur. (Ant)


7416+fa
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar