Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Rabu, 1 Juli 2015


Kabar Nusantara

Kereta Tujuan Semarang Berhenti di Stasiun Poncol Karena Banjir

Kamis, 23 Januari 2014 12:35 WIB

Semarang, (tvOne)

Penumpang kereta api tujuan Semarang yang berhenti di Stasiun Tawang akhirnya diturunkan di Stasiun Poncol Semarang, akibat akses jalan di stasiun tersebut (Tawang,red) terendam banjir setinggi 20-80 centimeter, menyusul hujan yang yang turun di kota ini sejak Rabu (22/1) malam hingga Kamis siang ini.

Pantauan di lokasi, semua kereta tetap melalui Stasiun Tawang, mengingat relnya tidak terendam air karena posisi rel lebih tinggi dibandingkan akses jalan atau tempat tunggu penumpang yang terendam air. Kondisi tempat parkir kendaraan di Stasiun Tawang terendam air setinggi 20-30 centimeter, tetapi ruang tunggu penumpang justru lebih parah karena ketinggian air mencapai 80 centimeter.

Kepala Humas PT KAI Saops IV Semarang Eko Budiyanto mengatakan, PT KAI memberlakukan keadaan BLB atau Berhenti Luar Biasa di Stasiun Poncol. "Jadi semua penumpang KA dengan tujuan Semarang diturunkan di Stasion Poncol," ucapnya.

Nardi (31) warga Cepu Kabupaten Blora yang hendak menumpang KA Blora Jaya jurusan Semarang-Cepu mengaku dirinya belum tahu adanya status BLB tersebut. "KA yang saya tumpangi akan berangkat ke Cepu pada pukul 13.00 WIB tetapi saya belum tahu kalau ada BLB tersebut makanya saya menunggu di Stasiun Tawang," tuturnya.

Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang tersebut mengakibatkan arus lalu lintas menuju Stasiun Tawang dialihkan ke Jalan Pemuda Semarang karena jalan tergenang air setinggi 20-30 centimeter. Pembelokkan arus lalu lintas tersebut dimulai dari Stasiun Tawang karena semakin ke arah barat yaitu di kawasan Kota Lama air semakin dalam hingga mencapai satu meter.

Selain itu, beberapa kawasan tergenang air dengan kedalaman yang bervariasi seperti di kawasan Citarum, jalan Dr Cipto, Sawah Besar yang kedalam airnya antara 40 hingga 50 centimeter. Bahkan, di kawasan perumahan Tlogosari Semarang kedalam air mencapai 80 centimeter, sehingga warga jarang kesulitan untuk keluar rumah. "Banjir yang ada di halaman rumah saya cukup tinggi bahkan motor hanya terlihat tankinya," ujar warga perumahan Tlogosario Semarang tersebut.

Sementara itu hampir semua ruas jalan di Kota Semarang, arus lalu lintas tersendat karena hujan dan air yang menggenang di beberapa ruas jalan tersebut, seperti di Jalan Raya Kedungmundu. (Ant)

4688+ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar